
Di tengah biaya hidup yang terus berjalan dan persaingan di dunia kerja yang semakin kompetitif, memiliki satu sumber penghasilan terkadang dirasa belum cukup. Karena itu, semakin banyak anak muda yang mulai mencari side job atau pekerjaan sampingan di luar pekerjaan utama.
Mulai dari bekerja sebagai freelancer, menjadi content creator, host live streaming, membuka jasa konsultasi, hingga menjalankan bisnis kecil-kecilan.
Pagi bekerja di kantor, sore mengerjakan freelance, lalu akhir pekan digunakan untuk mengembangkan bisnis pribadi.
Fenomena ini membuat side job semakin populer sebagai salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan sekaligus mengembangkan skill.
Tapi, apa sebenarnya alasan Gen Z mencari pekerjaan sampingan? Dan jenis side job apa yang bisa dilakukan di luar pekerjaan utama?
Kenapa Gen Z Banyak Mencari Side Job?
Memiliki pekerjaan sampingan tentu membutuhkan waktu, tenaga, dan komitmen tambahan. Karena itu, keputusan untuk mengambil side job biasanya memiliki alasan tertentu.
Berikut beberapa alasan yang membuat pekerjaan sampingan semakin diminati anak muda.
1. Menambah Penghasilan untuk Kebutuhan Sehari-hari
Alasan paling sederhana untuk memiliki side job adalah mendapatkan penghasilan tambahan.
Penghasilan dari pekerjaan utama biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan rutin, seperti tempat tinggal, transportasi, makanan, tagihan, hingga kebutuhan lainnya.
Sementara itu, penghasilan dari pekerjaan sampingan bisa dialokasikan untuk tujuan finansial lain, seperti:
- Menabung
- Investasi
- Dana darurat
- Membayar cicilan
- Traveling
- Hobi dan hiburan
Dengan memiliki lebih dari satu sumber penghasilan, seseorang memiliki pilihan lebih banyak untuk mengatur keuangannya sesuai dengan kebutuhan dan tujuan masing-masing.
2. Membangun Financial Safety Net
Dunia kerja tidak selalu berjalan sesuai rencana.
Perubahan kondisi bisnis, restrukturisasi perusahaan, hingga PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dapat memengaruhi kondisi finansial seseorang.
Memiliki pekerjaan sampingan dapat menjadi salah satu bentuk financial safety net, karena seseorang memiliki skill dan sumber penghasilan lain di luar pekerjaan utamanya.
Namun, side job tentu bukan jaminan seseorang terbebas dari risiko finansial. Justru, hal yang lebih penting adalah menggunakan kesempatan tersebut untuk membangun skill, networking, dan sumber penghasilan tambahan secara berkelanjutan.
3. Menyalurkan Passion Sekaligus Mengembangkan Skill
Tidak semua orang bisa menyalurkan minat dan passion melalui pekerjaan utama.
Side job dapat menjadi ruang untuk mencoba bidang lain yang sesuai dengan ketertarikan atau kemampuan yang dimiliki.
Misalnya:
- Suka membuat video → freelance video editor
- Suka menulis → freelance writer
- Jago desain → freelance graphic designer
- Suka fotografi → freelance photographer
- Menguasai bahasa asing → translator atau tutor
- Memahami digital marketing → freelance digital marketer
Dengan begitu, pekerjaan sampingan tidak hanya memberikan penghasilan tambahan, tetapi juga bisa menjadi cara untuk mengembangkan skill dan membangun portofolio.
4. Mempercepat Tujuan Financial Independence
Bagi sebagian Gen Z, memiliki penghasilan tambahan juga berkaitan dengan keinginan untuk mencapai financial independence.
Penghasilan dari side job dapat digunakan untuk berbagai tujuan finansial, seperti membangun dana darurat, menambah tabungan, berinvestasi, atau mempersiapkan kebutuhan jangka panjang.
Artinya, side job bukan hanya tentang “ingin punya lebih banyak uang”, tetapi juga bagaimana seseorang memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola kondisi finansialnya.
Tiga Jenis Side Job yang Bisa Dicoba Gen Z
Perkembangan teknologi membuat pilihan pekerjaan sampingan semakin beragam.
Banyak pekerjaan kini dapat dilakukan secara remote, berbasis project, atau memiliki jadwal yang lebih fleksibel.
Berikut beberapa jenis side job yang bisa menjadi pilihan untuk mendapatkan penghasilan tambahan.
1. Freelance di Industri Kreatif dan Digital
Industri kreatif dan digital menjadi salah satu bidang yang menawarkan banyak peluang freelance.
Mulai dari UMKM hingga perusahaan besar membutuhkan konten digital untuk membangun brand dan memasarkan produk mereka.
Beberapa contoh pekerjaan freelance yang bisa dilakukan antara lain:
- Content writer
- Copywriter
- Social media specialist
- Graphic designer
- Video editor
- Content creator
- KOL specialist
- Digital marketer
Salah satu kelebihan pekerjaan freelance adalah banyak project yang dapat dikerjakan berdasarkan kesepakatan dengan client.
Bagi kamu yang sudah memiliki pekerjaan utama, freelance berbasis project bisa menjadi alternatif karena waktu pengerjaannya relatif lebih mudah disesuaikan.
2. Host Live Streaming
Perkembangan live shopping dan live streaming juga membuka peluang pekerjaan baru, termasuk sebagai host live streaming.
Host live bertugas memperkenalkan produk, berinteraksi dengan penonton, menjawab pertanyaan, hingga membantu meningkatkan penjualan selama sesi berlangsung.
Pekerjaan ini cocok bagi kamu yang memiliki kemampuan:
- Public speaking
- Komunikasi
- Interaksi dengan audiens
- Product knowledge
- Persuasive selling
Bagi sebagian orang, pekerjaan sebagai host live juga dapat dilakukan berdasarkan jadwal atau sesi tertentu sehingga bisa menjadi pilihan pekerjaan sampingan.
3. Online Tutor dan Consultant
Punya skill yang bisa diajarkan atau keahlian yang bisa membantu orang lain?
Kamu bisa mengembangkan kemampuan tersebut menjadi side job.
Misalnya:
- Tutor bahasa asing
- Konsultan digital marketing
- Tutor desain
- Konsultan karier
- Mentor software
- Private lesson
- Konsultasi bisnis
Dengan adanya platform digital, proses belajar dan konsultasi juga tidak selalu harus dilakukan secara tatap muka.
Skill yang kamu miliki bisa menjadi aset yang menghasilkan penghasilan tambahan jika dikembangkan dan ditawarkan kepada target yang tepat.
Tips Menjalankan Side Job Tanpa Mengganggu Pekerjaan Utama
Memiliki dua sumber penghasilan memang terdengar menarik. Namun, jangan sampai pekerjaan sampingan justru membuat kamu kehilangan waktu istirahat atau mengalami burnout.
Kalau kamu ingin mulai mengambil side job, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Buat Batas Waktu yang Jelas
Pisahkan jadwal pekerjaan utama, side job, dan waktu pribadi.
Misalnya, kamu bisa menentukan beberapa jam setelah pekerjaan utama untuk mengerjakan freelance.
Namun, jangan lupa tetap menyediakan waktu untuk istirahat, keluarga, teman, dan aktivitas pribadi.
Produktif bukan berarti harus bekerja sepanjang waktu.
2. Pilih Freelance Berbasis Project
Jika pekerjaan utama sudah memiliki jadwal yang padat, pekerjaan freelance berbasis project bisa menjadi pilihan yang lebih fleksibel dibandingkan pekerjaan part-time dengan jadwal tetap.
Kamu bisa menyesuaikan jumlah project berdasarkan kemampuan dan waktu yang tersedia.
Jangan mengambil terlalu banyak project hanya karena takut kehilangan kesempatan.
3. Manfaatkan AI dan Teknologi Secara Bijak
Teknologi dan AI dapat membantu mempercepat beberapa proses pekerjaan.
Misalnya, seorang freelance content writer dapat memanfaatkan AI untuk membantu melakukan brainstorming, mencari variasi ide, membuat kerangka tulisan, atau melakukan pengecekan awal.
Namun, hasil akhir tetap perlu diperiksa dan disesuaikan dengan kebutuhan client.
Gunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, bukan sekadar memperbanyak pekerjaan.
4. Ketahui Kapasitas Diri
Sebelum mengambil side job, coba tanyakan kepada diri sendiri:
“Saya benar-benar punya waktu untuk mengerjakan pekerjaan ini dengan baik?”
Jika jawabannya tidak, mungkin belum saatnya mengambil project tambahan.
Side job seharusnya membantu meningkatkan kondisi finansial dan profesional, bukan mengorbankan kesehatan dan pekerjaan utama.
Apakah Side Job Cocok untuk Semua Orang?
Belum tentu.
Side job bisa menjadi pilihan menarik bagi orang yang ingin:
- Menambah penghasilan
- Mengembangkan skill
- Membangun portofolio
- Memperluas networking
- Mencoba bidang pekerjaan baru
- Membangun bisnis atau karier sampingan
Namun, setiap orang memiliki kondisi pekerjaan, kebutuhan finansial, dan kapasitas waktu yang berbeda.
Jika kamu sudah memiliki pekerjaan tetap, pastikan juga side job tidak bertentangan dengan kontrak, kebijakan perusahaan, atau menimbulkan konflik kepentingan.
Side Job Bukan Sekadar Tren
Meningkatnya minat terhadap side job di kalangan Gen Z menunjukkan bahwa cara anak muda membangun karier dan mengelola penghasilan semakin beragam.
Pekerjaan utama dapat menjadi sumber penghasilan utama, sementara pekerjaan sampingan bisa menjadi ruang untuk mendapatkan penghasilan tambahan, mengembangkan skill, membangun portofolio, atau mencoba bidang baru.
Jadi, memiliki side job bukan berarti harus bekerja tanpa henti.
Yang terpenting adalah memilih pekerjaan sampingan yang sesuai dengan kemampuan, waktu, dan tujuanmu.
Karena pada akhirnya, side job yang baik bukan yang membuat kamu paling sibuk, tetapi yang membuat waktu dan skill yang kamu miliki menjadi lebih bernilai.
Sedang Mencari Side Job atau Lowongan Freelance?
Kalau kamu sedang mencari lowongan freelance, pekerjaan sampingan, atau peluang kerja lainnya, kamu bisa menemukan berbagai kesempatan kerja melalui getredy.id.
Lengkapi profil REDY kamu hingga 100% agar profilmu lebih siap ketika menemukan peluang kerja yang sesuai dengan skill dan pengalamanmu.
Siapa tahu, side job yang kamu mulai hari ini justru menjadi langkah pertama menuju peluang karier berikutnya.
